Semarang, 22 Oktober 2026 – Pelaku UMKM sektor tekstil dan furnitur di Jawa Tengah mengikuti sosialisasi mengenai Tindakan Pengamanan Perdagangan (Safeguard Measures) sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam menghadapi dinamika dan tekanan produk impor.
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 pelaku usaha, Bea Cukai, SUCOFINDO, KADIN dan menghadirkan narasumber dari KPPI dan Direktur Elitra Academy bertempat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
Dalam diskusi, peserta memperoleh pemahaman bahwa peningkatan impor tidak selalu berarti ancaman bagi industri dalam negeri. Namun, apabila terjadi lonjakan impor yang berdampak pada penurunan penjualan, produksi, utilisasi kapasitas, keuntungan, pangsa pasar, maupun tenaga kerja, maka kondisi tersebut perlu dianalisis lebih lanjut berdasarkan data dan bukti yang memadai.

Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya memahami HS Code, data impor, standar produk, serta mekanisme testing, inspeksi, dan sertifikasi. Bagi UMKM, pemahaman ini penting agar keluhan terhadap tekanan pasar dapat diterjemahkan menjadi data yang lebih terukur.
Forum menekankan bahwa UMKM tidak harus menghadapi persoalan perdagangan secara sendiri-sendiri. Peran asosiasi, KADIN, pemerintah daerah, serta lembaga terkait menjadi penting dalam mengonsolidasikan persoalan pelaku usaha dan mendorong advokasi kebijakan yang lebih efektif.
Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk membahas secara langsung tantangan yang mereka hadapi di sektor tekstil dan furnitur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM semakin mampu memahami perubahan pasar, memperkuat daya saing, dan menggunakan data sebagai dasar dalam mengambil keputusan maupun menyampaikan kebutuhan kebijakan kepada pemerintah.
“UMKM perlu semakin kuat dalam membaca pasar, memahami data, dan membangun kolaborasi agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh di tengah persaingan perdagangan yang semakin terbuka.”
